Bahaya Begadang

 


Ibarat alat elektronik yang butuh istirahat selesainya dipakai pada waktu yang lama, otak & tubuh insan pun demikian. Sayangnya, tidur larut malam atau begadang menjadi kebiasaan yang tak jarang dilakukan banyak orang lantaran alasan susah tidur, mengejar deadline pekerjaan atau tugas, & terlalu asyik bermain gawai atau menonton tv.

Selain menyebabkan keluarnya rasa kantuk pada keesokan paginya, ternyata begadang jua mampu mengakibatkan bahaya yg serius bagi kesehatan. Berikut merupakan bahaya jika tidur terlalu malam :


1. Terserang Penyakit Jantung


Meskipun kamu tidak begadang setiap hari, namun ternyata hal tersebut juga bisa tetap berpengaruh pada kesehatan. Pasalnya, dalam sebuah studi, para peneliti menyebut pola tidur di mana kamu hanya begadang di akhir pekan tersebut sebagai social jet lag.

Dalam studi tersebut, dikatakan jika setiap jam dalam jadwal tidur kamu yang berubah, maka terdapat peningkatan risiko penyakit jantung hingga 11 persen. Jadi, masih mau begadang?


2. Kurangnya Imunitas Tubuh


Nasihat untuk beristirahat ketika sakit agar dapat lekas sembuh ternyata merupakan benar adanya lho. Seperti dikutip Mayo Clinic, tidur akan berdampak pada sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh dapat lebih cepat memproduksi imun untuk melawan penyakit. Oleh karenanya, ketika kamu mulai sakit dan tidak bisa tidur nyenyak, hal tersebut justru membuat diri kamu lebih sakit dengan tidak memberi tubuh cukup waktu untuk melawan penyakit atau infeksi.


3. Menurunnya Daya Ingat Otak


Bagi kalian yang lebih suka melakukan metode belajar SKS (sistem kebut semalam) sebaiknya berhati-hati. Sebab, sebuah laporan tahun 2016 dari Texas A&M menunjukkan bahwa begadang untuk belajar justru dapat menyebabkan efek kurang tidur dan berdampak negatif pada kinerja otak. Salah satu dampaknya adalah menurunnya fungsi memori pada otak sehingga lama kelamaan kamu akan kehilangan kemampuan untuk mengingat.


4. Depresi


Dalam sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan pada awal tahun 2017, para peneliti menemukan bahwa orang yang menganggap dirinya burung hantu dan sanggup beraktivitas pada malam hari teridentifikasi mengalami gejala depresi. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan jika orang-orang yang suka begadang dapat menderita diabetes tipe-2.


5.  Pola makan jadi tidak teratur



Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan berat badan, mendorong perasaan lapar dan nafsu makan serta memicu obesitas. Berdasarkan studi di tahun 2004 yang dikutip di laman Web MD, orang yang tidur kurang dari enam jam sehari kemungkinan 30 persen bertambah gemuk!

Bagaimana penjelasan ilmiahnya? Hormon ghrelin akan menstimulasi rasa lapar, sementara leptin akan memberi sinyal kenyang pada otak dan menekan rasa lapar. Di sisi lain, waktu tidur yang singkat akan memicu peningkatan hormon ghrelin dan menurunkan leptin. Tak heran kalau kamu merasa kelaparan!

Semoga bermanfaat :)






Komentar